Puisi Memperingati Maulid Nabi
Puisi Memperingati Maulid Nabi
Malu aku Ya Rasullullah.
Kata hati menyintaimu..
Tetapi mengamalkan sunnahmu tidak selalu.
Malu aku Ya Rasulullah
Mengharapkan syafaatmu
Tetapi jarang-jarang mengingingatimu
Malu aku ya Rasulullah
Mengharapkan pertemuan denganmu
Tetapi rindu tidak terisi dengan selawat untukmu.
Malu aku Ya Rasulullah
Mengharapkan minuman terlazat di kautsarmu
Tetapi gagal jadi seperti umat hebat yang terdahulu.
Maafkan kami ya Rasulullah.
Wajah tidak pernah bertatap.
Tangan tidak pernah berjabat.
Namun kerinduanmu untuk umatmu
Begitu syahdu..
Menyentuh kalbu.
Sehingga nafas di hujung nyawa .
Kamilah yang disebutmu..
Ummati..ummati.
Sholawat dan salam untukmu Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW.
Salam Maulidur Rasul dari Izzan Najian
12 Rabiul.Awwal
1442 Hijrah @ 9.00pm.
Tetapi mengamalkan sunnahmu tidak selalu.
Malu aku Ya Rasulullah
Mengharapkan syafaatmu
Tetapi jarang-jarang mengingingatimu
Malu aku ya Rasulullah
Mengharapkan pertemuan denganmu
Tetapi rindu tidak terisi dengan selawat untukmu.
Malu aku Ya Rasulullah
Mengharapkan minuman terlazat di kautsarmu
Tetapi gagal jadi seperti umat hebat yang terdahulu.
Maafkan kami ya Rasulullah.
Wajah tidak pernah bertatap.
Tangan tidak pernah berjabat.
Namun kerinduanmu untuk umatmu
Begitu syahdu..
Menyentuh kalbu.
Sehingga nafas di hujung nyawa .
Kamilah yang disebutmu..
Ummati..ummati.
Sholawat dan salam untukmu Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW.
Salam Maulidur Rasul dari Izzan Najian
12 Rabiul.Awwal
1442 Hijrah @ 9.00pm.
Komentar